Got My Cursor @ 123Cursors.com
twitter




Ini pengalam nyata, ketika aku harus berfikir apakah harus mentatati Syariah yang saya yakini atau harus melebur hal tersebut dan memilih untuk menghargai sesama dengan sementara melepas Syariah dan melakukan apa  yang mereka lakukan.
            Contoh realnya, Hari Valentine, perayaan ulang tahun, Hari Raya Nyepi, Imlek dan Natal. Tapi apakah salah aku menghargai orang lain walaupun beda pendapat “keyakinan”, tapi itu bukan untuk sebuah kesejahteraan/perdamaian. Di dalam dunia kerja saya terdapat berbagai macam manusia yang berbeda agama. Terus.. apakah pantas saya melakukan..???
“Mempertahankan Syariah” tapi berefek pada perpecahan. Harus bagaimana saya? Dunia itu luas. Apakah saya harus menghargai adat mereka dengan berbaur dengan mereka..?? Tapi tujuanku hanya untuk menghargai sesama. APAKAH SALAH…???
Apa Pendapat Anda…??? Antara menghargai sesama dengan mempertahankan Syariah yang kita anut. Yusuf. STIMIK

0 komentar:

Posting Komentar