Got My Cursor @ 123Cursors.com
twitter


Valentine days atau hari kasih saying begitulah remaja menyebutnya. Moment itulah sekali buatungkapin kasih saying buat orang terkasih. Moment Valentine bukan hanyaremaja non-muslim saja yang ikut meramaikan valentine, tanpa mengerti makna valentine yang sebenarnya…..yukss,


Sebelum kita mengenal sosoknya. Kita berkelana sejenak kepada masa gereja atau biasa kita kenal dengan masa kegelapan. Pada masa ini akal dan fikiran manusia tidak memiliki peranan, Karena segala bentuk aktifitas manusia telah diatur oleh INJIL melalui pastur-pasturnya. Tentu kita masih ingat ilmuan yang dihukum mati Karena mencentuskan sebuah teori yang sangat berani mengatakan jika “bumi mengitari matahari”. Karena bertentangan dengan kalangan gereja dan juga injil maka dia dipenjara hingga mati.

Rene Descartes, Pembedah Alam Sadar Manusia

Pada awal abad ke-17, kejenuhan akan doktrin-doktrin gereja serta pengkerdilan akal manusia mendorong Rene Descartes untuk menemukan kembali arti dari keberadaan manusia. Descartes mencoba menemukan suatu teori yang kebenarannya tidak mungkin diragukan lagi.


Plato, sang matikawan

 Sebagaimana titelnya, kami terpaksa mengatakan bahwa Plato adalah tokoh penghayal. Mengapa demikian? Plato, adalah seorang filosof yang berasal dari Yunani. Dia berangka dari ahli matematika sehingga tidak heran jika hasil dari pemikirannya bersifat abstrak.


Masih dalam aliran Rasionalisme, salah satu tokoh lainnya adalah Leibniz. Dia berasal dari Prancis. Berbeda dengan para pendahulunya Descartes dan Spinoza yang mengatakan bahwa subtansi itu adalah sesuatu yang ada dengan sendirinya dan menggerakkan sesuatu yang lain.

Leibniz mengatakan,”suatu apapun yang bergerak maka ia bisa dikatakan subtansi atau monade”. Sehingga menurutya subtansi itu tidak terhingga Karena menutnya tidak ada ruang hampa tanpa monade (subtansi) dan setiap ruangan itu memiliki keluasan yang di dalamnya terdiri dari monade-monade yang memenuhi ruangan tersebut. Jadi monade (subtansi) tidak hanya tiga seperti yang dikatakan Descartes, atau bahkan hanya satu seperti yang dikatakan Zpinoza.






Alkisah, ada seorang pemuda yang sedang duduk di bawah pohon yang rindang. Raut wajah pemuda tersebut tamapak lemas, sedih, kecewa dan marah. Tiba-tiba dia melihat seekor laba-laba sedang membuat sarangnya diantara ranting pohon yang dia sandari. Karena dia sedang kesal maka dengan iseng mengambil sebuah ranting pohon yang berada disampingya, lalu dia menumpahkan kekesalannya dengan merusak sarang yang sedang dibuat oleh laba-laba tersebut hingga hancur.
###