Got My Cursor @ 123Cursors.com
twitter


Masih dalam aliran Rasionalisme, salah satu tokoh lainnya adalah Leibniz. Dia berasal dari Prancis. Berbeda dengan para pendahulunya Descartes dan Spinoza yang mengatakan bahwa subtansi itu adalah sesuatu yang ada dengan sendirinya dan menggerakkan sesuatu yang lain.

Leibniz mengatakan,”suatu apapun yang bergerak maka ia bisa dikatakan subtansi atau monade”. Sehingga menurutya subtansi itu tidak terhingga Karena menutnya tidak ada ruang hampa tanpa monade (subtansi) dan setiap ruangan itu memiliki keluasan yang di dalamnya terdiri dari monade-monade yang memenuhi ruangan tersebut. Jadi monade (subtansi) tidak hanya tiga seperti yang dikatakan Descartes, atau bahkan hanya satu seperti yang dikatakan Zpinoza.


Seperti ketika membakar korek kertas, maka aka nada monade korek api dan monade kertas yang bertemu kemudian menimbulkan api yang membakar kertas tersebut. Proses b ertemunya monade korek api dan monade kertas yang kemudian menimbulkan api, menurutnya telas ada dalam Pre Establish Harmony atau sesuatu yang telah ditentukan terlebih dahulu oleh Tuhan sebelum kejadian itu.

Sedangkan di sisi lain menurut Lebniz sumber ilmu perngetahuan adalah jiwa (akal) dan bukan berasal dari pengalaman yang pada intinya mengarah kepada panca indra. Panca indra hanya sebagai perantara bagi jiwa untuk lebih mengenali dan mengasah pengetahuan yang sebelumnya telah ada pada jiwa (akal) manusia.
Dari beberapa tokoh filsafat dari aliran RASIONALISTIK diantaranya Descartes, Zpinoza, serta Leibniz dapat kita kenali cirri-cirinya, diantaranya adalah:
1. Sumber utama pengetahuan adalah Rasional (akal)
2. Kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan fakta Rasional
3. Apriori = pengetahuan yang tidak dapat diferifikasi secara Empirik
4. Adanya kausalitas (sebab-akibat)
5. Innate = sesuatu yang telah ada sejak awal yang tidak dapat diragukan lagi keberadaannya
6. Generalisasi = deduktif

0 komentar:

Posting Komentar