Sebelum kita mengenal sosoknya. Kita berkelana sejenak kepada masa gereja atau biasa kita kenal dengan masa kegelapan. Pada masa ini akal dan fikiran manusia tidak memiliki peranan, Karena segala bentuk aktifitas manusia telah diatur oleh INJIL melalui pastur-pasturnya. Tentu kita masih ingat ilmuan yang dihukum mati Karena mencentuskan sebuah teori yang sangat berani mengatakan jika “bumi mengitari matahari”. Karena bertentangan dengan kalangan gereja dan juga injil maka dia dipenjara hingga mati.
Rene Descartes, Pembedah Alam Sadar Manusia
Pada awal abad ke-17, kejenuhan akan doktrin-doktrin gereja serta pengkerdilan akal manusia mendorong Rene Descartes untuk menemukan kembali arti dari keberadaan manusia. Descartes mencoba menemukan suatu teori yang kebenarannya tidak mungkin diragukan lagi.
Berangkat dari latar belakang seorang ahli matematika, ia mencoba menerapkan metode yang kebenrannyan dapat diterima oleh semua orang. Contohnya, 3+3=6. Dari itu kemudian Descartes memunculkan suatu metode skeptis, yang bertujuan untuk mencapai sebuah hasil. Komponen yang harus ada dalam metode skeptis, mustahil diragukan misalnya, 3+3=6, kebenaran final, misalnya 6 adalah kebenaran final dari penjumlahan 3+3.
Descartes memulai pemikirannya dengan meragukan semua kebenaran yang dihasilkan oleh panca indra, menurutnya panca indra adalah menipu, sehingga segala kebenran dihasilkan oleh panca indra adalah salah, yang benar adalah meragukan kebenaran itu. Sehinggan tercipta suatu kebenaran yang berasal akal fikiran manusia. Disini kemudian Descartes menumukan ide tentang pemikiran (innate) yaitu Cogito Ergo Sum, yang artinya saya berfikir maka saya ada. Ide tentang pemikiran ini membangun kembali subyek sadar manusia dari tidur panjangnya pada abad gereja, sehingga abad ini dinamakan abad RENAISANCE (abad pencerahan)
Setelah membangun kembali pemikiran manusia dengan subyek sadarnya, kemudia Descartes mencoba mencari ide tentang keberadaan Tuhan. Metode yang digunkan dalam pencarian adalah metode akibat adalah sama dengan apa yang menyebabkan ada. Menurutnya Tuhan itu Maha Sempurna, berarti penyebabnya adalah Tuhan yang Maha Sempurna.
Tuhan kemudian menjadi puncak puncak ide-ide yang ditemukan. Descartes mengakui keberadaan tubuh bukan melalui panca indra, karena dia sangat tidak mempercayai kebenaran yang dihasilkan oleh panca indra. Menurutnya tubuh itu ada karena tubuh merupakan innate yang tidak bisa dibantah kebenarannya. (Rifatun N Ula>sem:8, muammalat)
Rene Descartes, Pembedah Alam Sadar Manusia
Pada awal abad ke-17, kejenuhan akan doktrin-doktrin gereja serta pengkerdilan akal manusia mendorong Rene Descartes untuk menemukan kembali arti dari keberadaan manusia. Descartes mencoba menemukan suatu teori yang kebenarannya tidak mungkin diragukan lagi.
Berangkat dari latar belakang seorang ahli matematika, ia mencoba menerapkan metode yang kebenrannyan dapat diterima oleh semua orang. Contohnya, 3+3=6. Dari itu kemudian Descartes memunculkan suatu metode skeptis, yang bertujuan untuk mencapai sebuah hasil. Komponen yang harus ada dalam metode skeptis, mustahil diragukan misalnya, 3+3=6, kebenaran final, misalnya 6 adalah kebenaran final dari penjumlahan 3+3.
Descartes memulai pemikirannya dengan meragukan semua kebenaran yang dihasilkan oleh panca indra, menurutnya panca indra adalah menipu, sehingga segala kebenran dihasilkan oleh panca indra adalah salah, yang benar adalah meragukan kebenaran itu. Sehinggan tercipta suatu kebenaran yang berasal akal fikiran manusia. Disini kemudian Descartes menumukan ide tentang pemikiran (innate) yaitu Cogito Ergo Sum, yang artinya saya berfikir maka saya ada. Ide tentang pemikiran ini membangun kembali subyek sadar manusia dari tidur panjangnya pada abad gereja, sehingga abad ini dinamakan abad RENAISANCE (abad pencerahan)
Setelah membangun kembali pemikiran manusia dengan subyek sadarnya, kemudia Descartes mencoba mencari ide tentang keberadaan Tuhan. Metode yang digunkan dalam pencarian adalah metode akibat adalah sama dengan apa yang menyebabkan ada. Menurutnya Tuhan itu Maha Sempurna, berarti penyebabnya adalah Tuhan yang Maha Sempurna.
Tuhan kemudian menjadi puncak puncak ide-ide yang ditemukan. Descartes mengakui keberadaan tubuh bukan melalui panca indra, karena dia sangat tidak mempercayai kebenaran yang dihasilkan oleh panca indra. Menurutnya tubuh itu ada karena tubuh merupakan innate yang tidak bisa dibantah kebenarannya. (Rifatun N Ula>sem:8, muammalat)

